Banten

LSM Desak Kajari Usut Kasus Mangkraknya Pembangunan Gedung Budaya Tangsel

Administrator | Selasa, 14 November 2017

TIGARAKSA - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) menggelar aksi damai di Kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (13/11/2017).

Aksi yang dilakukan LSM Gerak ini, terkait dengan dugaan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan REW (ppatk), DP(ppk), MS (mantan sekdis Tata Kota). Selain itu, aksi ini juga menyoroti masalah mangkraknya pembangunan gedung gelanggang Budaya di Pemkot Tangerang Selatan senilai 7,1 M Tahun Anggaran 2015 lalu. Dimana PPTK,PPK dibantu Sekdis Tata Kota telah merubah bahan rangka besi menjadi bambu.

Dalam tuntutannya aksi yang dilakukan sekitar 50 orang ini menyampaikan Tangkap dan adili oknum pelaku Koruptor terkait mangkraknya pembangunan gelanggang budaya di Pemkot Tangsel dan Usut tuntas dalang dibalik mangkraknya pembangunan gelanggang Budaya Tangsel senilai proyek 7,1 M TA 2015 yang dimenangkan oleh PT.Nabatindah Sejahtera yang beralamat di Jalan Tanah Merdeka No.36 Jakarta Timur. Sekarang untuk pembangunan tersebut kembali digelontorkan anggaran sebesar Rp 6,4 M TA 2017 dengan pemenang lelang PT.Nur Wamanta Sulaya yang beralamat di Kp. Katomas RT.004/001 Kelurahan Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Romli mengungkapkan, pada pagu anggaran TA 2015, TA 2016 dan TA 2017 telah dikucurkan pagu anggaran senilai lebih dari 30 M di lokasi yang berdekatan dengan Gelanggang Budaya. Sehingga Pemkot Tangerang Selatan mengalami kerugian akibat oknum para koruptor penyelenggara proyek tersebut.

"Kami minta Kajari Tangerang fokus dan tegas terhadap tugas dan fungsinya serta tangkap dan adili koruptor tersebut," katanya.

Sementara Pihak Kejaksaan Negeri Tigaraksa, Kabupaten Tangerang ketika menemui para pendemo memberikan upaya waktu tiga bulan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam menangani kasus mangkraknya pembangunan gedung gelanggang Budaya Tangsel tersebut. Yang perlu dipertanyakan dalam pertemuan itu ada pihak luar yang mengaku sebagai pengacara luar Kajari yang ikut hadir dan bertindak seolah-olah konsultan hukum.

Tuntutan kami dari LSM GERAK mendesak kepada KAJARI Tangerang untuk menjawab seluruh tuntutan dalam waktu 7 hari. Karena ini sudah terbukti dengan mangkraknya pembangunan gedung budaya Tangsel. "Secepatnya tangkap dan diadili pelaku korupsi mangkraknya pembangunan gedung gelanggang Budaya Tangsel," ujarnya.

Ia minta, jika dalam waktu 7 hari tuntutan tidak ditindak lanjuti, maka LSM GERAK akan mengelar aksi lanjutan di depan gedung KAJAGUNG (Kejaksaan Agung) RI, agar bisa turun tangan langsung dalam menangani kasus Korupsi pembangunan gedung gelanggang Budaya di Pemkot Tangsel," pungkasnya. (PUT)