Banten

Minimalisir AKI dan AKB, Tangsel Punya Sijariemas

Administrator | Rabu, 14 Desember 2016

SERPONG - Untuk meminimalisir angka kematian ibu dan anak, Pemkot Tangsel mempunyai program yang disebut Sijariemas atau kepanjangan dari Sistem Jejaring Rujukan Expanding of Maternal and Neonatal Survival (EMAS).

Program ini untuk untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan melalui pendekatan klinis dan penguatan sistem rujukan yang efektif dan efisien di rumah sakit dan puskesmas.  

"Secara teknis,  sijariemas meliputi upaya penguatan kualitas pelayanan klinis kegawatdaruratan, kebidanan, dan bayi baru lahir. Dilengkapi dengan upaya peningkatan partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan,  serta pemanfaatan teknologi sistem informasi komunikasi," kata Kabid Kesehatan Keluarga pada Dinas Kesehatan Tangsel,  Endang Wahyuningsih ditemui pada Rabu (14/12/2016).  

Menurutnya, sistem ini dibuat terintegrasi antara posyandu dan puskesmas dengan seluruh rumah sakit yang bekerjasama. Jika terdapat pasien puskesmas yang membutuhkan rujukan,  maka petugas akan mengirimkan sms ke rumah sakit yang dituju,  setelah itu rumah sakit akan menerima pesan yang kemudian wajib dijawab oleh pihak rumah sakit secara cepat.  

Sementara,  Kepala Dinas Kesehatan Kota Tagsel Suharno mengatakan,  progra ini dibuat untuk menurunkan AKI dan AKB,  meskipun Kota Tangsel paling rendah presentasi AKI dan AKB di Provinsi Banten.

"Ini adalah salah satu solusinya.  Dimana Rumah Sakit yang sudah kerjasama sijariemas wajib menerima pasien kegawatdaruratan. Jangan sampai ada pasien yang harus dirujuk namun tak mendapatkan rumah sakit," tandasnya. (RIO)