HUKRIM

Terlibat Pungli, Camat Pagedangan Ditahan Polres Tangsel

Administrator | Rabu, 07 Maret 2018

PAGEDANGAN - Operasi Tangkap Tangan (OTT) kembali menjerat satu pejabat di Kabupaten Tangerang. Camat dan satu pegawai di Kecematan Pagedangan ditahan Polres Tangesel, lantaran diduga melakukan pungli saat poses perizinan rumah ibadah di Mall Qbig BSD City. 

Penangkapan Camat Pagedangan AK itu berawal dari laporan masyarakat melalu Nomor :LP/200/II/2018/SPKT/Res Tangsel, tanggal 27 Februari 2018. Polisi mengeluarkan Surat Perintah Penangkapa nomor: SP.Kap/117/III/2018/Reskrim, tgl 3 Maret 2018, setelah sebelumnya menangkap salah satu pegawai Kecamatan Pagedangan.

Camat Pagedangan sendiri ditangkap tim Reskrim Polres Tangerang di kediamanya di villa Balaraja Blok D6 No.7 Rt.006 Rw.004 Desa Saga Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang, sekitar Jam 23.00 WIB Sabtu (3/3/2018). 

Menurut polisi, pelaku sempat berusaha mengembalikan uang hasil pungli senilai Rp45 juta kepada korbannya yang berinisial B. Langkah itu disinyalir sebagai efek keresahan yang dialaminya karena mengetahui ada anggota staf Ekonomi Bangunan Kecamatan Pagedangan yang lebih dulu tertangkap karena kasus perizinan tersebut.

"Jadi setelah stafnya itu kita tangkap, dia (Camat) ketakutan. Uang yang Rp45 juta itu berusaha untuk dikembalikan kepada korban," terang AKBP Fadli Widiyanto, Kapolres Tangsel, Selasa (6/3/2018).
 
Disebutkan Fadli, Camat Pagedangan terbukti terlibat dalam kasus pungli perizinan rumah ibadah di Mall QBig BSD City. Ia berperan menerbitkan Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU). Ruangan yang akan dijadikan sarana peribadatan itu posisinya terletak di dalam pusat perbelanjaan dan memerlukan penerbitan SKDU lebih dulu.

"Jadi modusnya, jika tidak mengeluarkan uang dalam jumlah sekian yang diminta pelaku, maka surat perizinan SKDU yang diajukan korban itu ditahan, tidak diproses oleh pelaku," tukas Fadli. (PUT)