Banten
Dinkes Himbau Warga Tidak Panik Saat Anak Balita Alami Gejala Ginjal Akut
CIPUTAT, (JT) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan, menghimbau masyarakat agar tidak panik, tenang namun selalu waspada ditengah maraknya kasus gagal ginjal akut pada anak-anak terutama usia 6 tahun ke bawah.
"Masyarakat agar tidak panik dan selalu waspada, terus memakai masker untuk mencegah infeksi menular melalui udara dan saluran pencernaan. Menjaga jarak, mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, menjaga ventilasi udara tetap baik, dan menjaga kebersihan lingkungan," ungkap Alin Hendarlin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Minggu (23/10/2022).
Alin menegaskan, dengan adanya peningkatan kasus ginjal akut, pihaknya telah menindaklanjuti dengan mengeluarkan surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan Nomor 440 /4880/Sekret/Tahun 2022 tentang Penghentian Sementara Penggunaan Obat Sediaan Sirup di Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kota Tangerang Selatan.
Dalam surat edaran tersebut, Alin menghimbau kepada tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sedian cair/sirup.
"Seluruh apotek dan toko obat sementara tidak menjual obat bebas dan atau bebas terbatas dalam bentuk sirup, dan fasilitas pelayanan kesehatan melakukan edukasi kepada masyarakat serta melakukan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan," jelas dia.
Dia mengingatkan para orang tua yang memiliki anak-anak terutama usia 6 tahun kebawah untuk mewaspadai beberapa gejala ginjal akut anak. Dengan penurunan volume atau frekuensi urin.
"Atau tidak anak urin dengan atau tanpa demam untuk segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," ungkap Alin.
Selanjutnya, para orangtua yang memiliki anak terutama usia balita untuk sementara tidak mengkonsumsi obat-obatan yang didapatkan secara bebas tanpa anjuran tenaga kesehatan yang kompeten.
"Perawatan anak sakit yang menderita demam dirumah lebih mengedepankan tatalaksana tanpa obat-obatan seperti dengan mencukupi kebutuhan air, kompres air hangat dan menggunakan pakaian tipis. Jika terdapat tanda-tanda bahaya segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," terangnya.
Namu, jika keluhan tidak membaik dalam 2-3 hari, dia meminta orangtua si anak kembali berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk dilakukan deteksi dini gangguan ginjal akut atipikal dengan melakukan pemeriksaan penunjang.
"Pemeriksaan penunjangnya itu berupa pemeriksaan darah, urine, dan pemeriksaan lain untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi COVID-19, demam berdarah, typhoid, dan leptospirosis. Deteksi dini adalah kunci mencegah keparahan dari penyakit ini," tegas dia. (HAN)

- Diduga Lari dengan Pria Lain Sumantri Laporkan Istri ke Polisi
- KAMCIDTAS Ajak Masyarakat Pilkada Damai
- APBD 2016 mencapai 4,1 Trilun
- PJU Fly Over Balaraja Dikeluhkan
- 2 Ton Lebih Sabu Dimusnahkan








