Banten

Gempa Magnitudo Kembali Guncang Banten Selatan

Administrator | Senin, 29 Juli 2019

Catatan Gempa Magnitudo 5,2 skala richter yang direkam oleh BMKG terjadi di wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat.

LEBAK - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gemba bumi tektonik mengguncang wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat, sekira pukul 21.25 WIB, Minggu (28/7/2019).  

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan M=5,2 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi M=4,9. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,39 LS dan 105,98 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 76 km arah barat daya Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, pada kedalaman 44 km.

"Gempa bumi di selatan Sukabumi ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, merupakan gempa bumi berkedalaman dangkal diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, seperti dikutip dari CNBCIndonesia.com.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gemp abumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan obliq naik (thrust- oblique)," lanjutnya.  

Gempa Magnitudo 5,2 di Banten, Terasa di Jakarta dan Sekitar

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dampak gempa bumi, berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di Pelabuhan Ratu, Cisolok, Malingping dan Sukabumi Selatan dalam skala intensitas III MMI.

Kemudian Depok, Tangerang, Serang, Rangkasbitung, Sawarna, Panggarangan, Menes, Carita dan Munjul II-III MMI. Sementara Lembang, Jakarta dan Karawang II MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami," kata Rahmat.

"Hingga pukul 22.01 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," lanjutnya.

Lebih lanjut, Rahmat mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan. Mohon cermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempa bumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempa bumi," kata Rahmat. (PUT)