Banten
Keberatan Dengan Harga Kios, Puluhan Pedagang Pasar Mauk Ngadu ke Dewan
TIGARAKSA, (JT) - Puluhan Pedagang Pasar Mauk, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Tangerang, Senin (24/7/2023). Kedatangan para pedagang ini untuk meminta fasilitasi dewan berdialog dengan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) kaitan rencana revitalisasi pasar.
Ketua Paguyuban Perjuangan Pedagang Pasar Mauk Geswani mengungkapkan, para pedagang sedikit keberatan dengan rencana revitalisasi pasar Mauk. Hal itu diakibatkan mahalnya sewa kios yang ditetapkan oleh Perumda Pasar Niaga NKR yakni sebesar sebesar Rp 14 juta permeter.
"Harga kios sebesar Rp. 14 Juta per meter jelas sangat memberatkan bagi kami," ujar Geswani, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau Hearing dengan Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, kenaikan harga kios sebesar Rp 14 juta permeter dengan sewa selama 20 tahun itu tidak logis. Sebab akan membuat pedagang yang ada di pasar Mauk bangkrut. Para pedagang juga enggan pindah ke tempat penampungan sementara, sebelum Perumda Pasar NKR menurunkan harga kios sampai Rp 8 kita per meter.
“Pada proses revitalisasi harus transparan, sehingga tidak menimbulkan kejanggalan, manipulasi, intimidasi, dan janji-janji. Kami minta program revitalisasi Pasar Mauk dikaji ulang dan ditunda hingga kondisi finansial pedagang membaik," tegasnya.
Direktur Utama Perumda Pasar NKR Finny Widiyanti mengungkapkan, pihaknya dalam waktu dekat akan berkunjung ke Pasar Mauk untuk bertemu para pedagang. Ia meminta agar pihak terkait dapat bersabar, sebab setiap wacana revitalisasi Pasar pasti ada pro dan kontra.
“Nanti kita akan langsung turun ke Pasar Mauk untuk bertemu pedagang. Dan semoga ada kesepakatan,” ucapnya.
Diakui Finny pihaknya tak mudah untuk mendatangkan investor yang akan merevitalisasi Pasar Mauk. Untuk itu, lannjut Finny, harga sebesar Rp14 juta merupakan harga yang sudah diperhitungkan berdasarkan studi kelayakan dan kondisi ekonomi saat ini.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Nasrullah Ahmad menambahkan, pihaknya akan menjadwalkan hearing ulang bersama pengembang, PD Pasar dan Pedagang untuk mencari jalan tengah dari persoalan ini.
“Sebelum itu, kita juga akan turun ke Pasar Mauk untuk melihat langsung kondisi yang ada. Kita akan coba komunikasikan dengan pihak-pihak terkait” tandasnya. (PUT)

- Lokalisasi Dadap Segera Digusur
- Bawa Sabu, Warga Cikupa Ditangkap di Parahu
- ICW Dorong KPK Ungkap Tersangka Lain
- Ponsel Terbaik di Dunia Saat Ini
- KPU-Polisi Tandatangani Fakta Intregritas








