Banten

Kemarau Panjang, 97 Hektar Sawah di Kabupaten Tangerang Terancam Puso

Administrator | Senin, 29 Juli 2019

Sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Tangerang mulai mengering. Bahkan, 97 hektar lebih sawah terancam gagal panen.

TIGARAKSA - Kemarau panjang terus melanda wilayah Kabupaten Tangerang. Sebanyak 97 hektar lebih sawah tadah hujan di kota seribu industri ini terancam tidak mengeluarkan hasil (Puso) akibat gagal panen.  

Kabid Penanaman Pangan dan Holtikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Bangbang Purnama menuturkan, kemarau panjang tahun ini sudah melanda hampir merata di Kabupaten Tangerang. Akibatnya, sejumlah lahan pertanian menjadi kering akibat tidak ada hujan dan minimnya saluran irigasi.

Wilayah itu menurut Bangbang, mulai dari Cisauk, Pagedangan, Legok, Panongan hingga Cisoka, Solear, dan Jayanti. Sejumlah kecamatan yang merupakan wilayah tadah hujan ini, mulai kesulitan air untuk kebutuhan tanaman padi.

"Disejumlah tempat, sawah sudah mulai pecah-pecah, bahkan tanaman padi yang ada juga sudah mulai mengering," terang Bangbang kepada jurnaltangerang.co.

Menurut Bangbang, hampir 75 persen lebih sawah di wilayah tadah hujan bisa dipastikan gagal panen atau puso. Sebab suplay air dari sungai atau sumur-sumur gali atau sumur bor juga sangat minim.

"Kami sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk pengadaan pompanisasi sebayak 40 unit. Itupun bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2020 mendatang. Untuk tahun ini ya sudah tidak bisa lagi," terangnya.

Sementara untuk wilayah irigasi teknis, menurut Bangbang, juga ada sebagian yang terancam puso. Hal itu disebabkan, saluran irigasi yang ada tidak memadai. Belum lagi banyak saluran irigasi yang rusak tidak diperbaiki, sehingga masyrakat terutama para petani tetap saja kesulitan air untuk kebutuhan lahan pertanian.

"Ini perlu penanganan bersama dari instansi terkait. Sehingga hasil pertanian di Kabupaten Tangerang dapat dipertahankan," tandasnya. (PUT)