Banten
Kembalikan Fungsi DAS dari Bangli DPRD Kabupaten Tangerang Gelar Hearing dengan FMCSC
TIGAGRAKSA, (JT) - DPRD kabupaten Tangerang menyelenggarakan hearing bersama mitra kerjanya terkait pengembalian fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane. Rapat dengar pendapat ini dilaksanakan di
ruang rapat gabungan Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Kabupaten Tange rang, Selasa (13/6/2023).
Rapat dengar pendapat ini dipimpin Ketua DPRD kabupaten Tangerang Kholid Ismail. Dalam hearing itu hadir para mitra kerja dan F orum Masyarakat Cinta Sungai Cisadane (FMCSC). Ini untuk mencari
solusi dalam penanganan bangunan liar (bangli) di bantaran Sungai Cisadane.
"Dalam pertemuan ini, sebagai tindak lanjut adanya surat yang dimohonkan oleh FMCSC. Ada beberapa hal yang di ungkapkan, pertama mengembalikan fungsi dari DAS. Kedua, banyaknya bangli, Pemda kabupaten Tangerang diminta untuk melakukan penertiban,
agar bisa mengembalikan fungsi DAS," kata H Kholid usai hearing
Setelah penertiban, dikatakan Kholid Ismail, jangan sampai ada jeda waktu yang akhirnya memberikan ruang lagi bagi pelaku yang tidak bertabggung jawab. Makanya, meski ada program terkait ekonomi kerakyatan pemberdayaan masyarakat dan penjagaan lingkungan.
"Makanya ini harus ada program terkait ekonomi kerakyatan dan program terkait pemberdayaan masyarakat bagaimana terkait program penjagaan lingkungan. Jadi ini harus direncanakan dari sekarang,
soalnya jika lahan sudah kosong jangan sampai dibiarkan terlalu lama, sebab jika terlalu lama akan tumbuh lagi,"jelasnya.
Ketua FMCSC Jusin mengatakan, ingin bantaran Sungai Cisadane menjadi ikon selayaknya sungai yang hijau dan bersih. Seperti di daerah daerah lain, banyak bantaran kali di jadikan Ruang Terbuka
Hijau (RTH) untuk publik, yang bisa digunakan sebagai taman bermain anak-anak mendapatkan udara yang sehat dan segar.
"Kami akan terus mendorong kepada masyarakat dan pemerintah untuk bersama sama menjadikan bantaran Sungai Cisadane kembali seperti
fungsinya," kata Jusin.
Menurut Jusin, ia dalah salah satu orang yang lahir sekitaran terbentangnya Sungai Cisadane di Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji, yang mana dulu air Sungai Cisadane bisa untuk diminum.
"Sekarang sudah tidak ada alasan lagi mereka (para pengusaha) untuk tidak bisa membeli gudang di satu kawasan industri yang sudah ada di Kabupaten Tangerang. dan tanggung jawab kita selaku
masyarakat setempat untuk mengawal, menjaga dan merawat. Insya Allah Tangerang Utara menjadi suatu daerah yang sehat, bersih dan bermar tabat." tandasnya. (PUT)

- Dua Aggota DPRD Banten Ditangkap KPK
- Zaki Dampingi Menko PMK Resmikan Paviliun B RSU Siloam
- HUT DWP Ke-16, Tanam 100 Pohon Rambutan Parakan
- Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku Pemerkosaan
- Miliki Sabu, Warga Balaraja Dibekuk Polisi







