Banten

Penyaluran BPNT di Desa Blukbuk, KPM Terima Tempe Busuk

Administrator | Rabu, 22 Juli 2020

KRONJO, (JT) - Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kornjo, Kabupaten Tangerang, rawan penyimpangan. Tak hanya masalah jumlah bahan pokok yang diterima, kualitas bahan pokokpu tidak diperhatikan oleh agen penyalur.

Informasi yang dihimpun jurnaltangerang.co, sejumlah warga di Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, setiap bulan harus rela antre untuk mendapatkan bantuan sembako di agen-agen yang ditunjuk. Ironisnya, bulan ini warga mendapatkan bahan pokok berupa tempat dan tahu yang sudah busuk tetap dibagikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM). 

"Penyaluran BPNT disini sepertinya asal-asalan. Kadang jumlahnya kurang. Yang paling parah bulan ini, ibu saya nerima tempe yang sudah busuk," ujar Rasidi, salah satu warga Blukbuk kepada jurnaltangerang.co.

Warga seharusnya berterima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan beras, telor, ayam dan buah-buahan setiap bulan kepada masyarakat penerima BPNT. Namun pada praktiknya banyak terjadi kecurangan-kecurangan di tingkat bawah.

Dihubungi terpisah, pendamping TKSK Kecamatan Kronjo Damanhuri mengaku belum tahu atas kejadian itu. selaku pendamping TKSK dirinya mengaku belum menerima laporan adanya penyaluran sembako dengan kualitas buruk kepada KPM itu.

"Saya belum dapat laporan soal itu. Nanti akan kami kroscek dulu, jika ada agen yang bandel, akan saya laporkan ke tim koordinasi kecamatan untuk ditegur," tuturnya.

Menurut Damanhuri, di Desa Blukbuk sendiri memang belum ada agen brilink. Masyarakat masih mengambil sembako BPNT ini ke Desa Kronjo baik ke agen H Mumu atau H Tohari. (PUT)