Banten

Waspadai Makanan Berbahaya, Dinkes Tangerang Tingkatkan Pengawasan

Administrator | Senin, 09 Januari 2023

TANGERANG, (JT) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, mulai meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan dan sosialisasi panganan dan jajanan sehat. Para orang tua juga diminta untuk lebih peduli terhadap apa saja yang dikonsumsi sang anak di luar rumah serta mengedukasi anak-anak untuk jajan-jajanan yang sehat, diolah dengan benar dan higienis. 

“Sebaiknya orangtua untuk mengolah makanan atau minuman sendiri di rumah untuk anak-anak. Sehingga, apa yang dikonsumsi sang anak lebih pasti secara kebersihan dan kandungannya," terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, dalam keterangan, Senin (9/1/2023).

Ungkapan itu, dia tegaskan menyusul adanya temuan kasus medis makanan berasap mengandung nitrogen cair atau disebut chiki ngebul di wilayah Tasikmalaya. Meski Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE), bahwa pelaporan kasus kedarutan medis 
Dalam SE tersebut, di nyatakan hanya terjadi peningkatan kasus dalam penggunaan nitrogen cair yang bersifat lokal. 

"Namun demikian, jika terjadi kejadian serupa di tempat lain, tetap perlu melaporkan dan memantau serta berkoordinasi penanganan dilapangan. Pada dasarnya chiki ngebul atau makanan apa pun, masyarakat Kota Tangerang, harus lebih meningkatkan kewaspadaan dengan semua jajanan di luar. Jangan tergiur warna atau tampilan semata,” ucap dia.

Dinkes Kota Tangerang, menegaskan juga telah berkoordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan, baik itu RSUD Kota Tangerang, Rumah Sakit (RS) swasta maupun seluruh puskesmas yang ada di Kota Tangerang, untuk meningkatkan pengawasan. Segera melakukan respon cepat, jika temui kasus serupa. 

“Telah disosialisasikan secara luas, jika ditemukan kasus keracunan pangan akibat konsumsi jajanan chiki ngebul, untuk melapor ke kontak yang disediakan Kemenkes ke kontak Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Rujukan di pelayanankesehatan.rujukanlain@gmail.com atau nomor 0882-1599-2763,” jelas dia.

Dia membeberkan berdasarkan analisa pada kasus ini, semua pihak harus dicek lebih jauh terkait asal produknya. Apakah ada izin edarnya atau tidak, masuk kedalam pangan siap saji atau tidak, food grade atau tidak. Sumber nitrogennya dari mana, food grade atau tidak, hygiene sanitasi sarananya bagaimana. 

Namun, secara pasti dampak mengonsumsi nitrogen cair lewat chiki ngebul atau ice smoke bisa menyebabkan cold burn atau frostbite. Bahkan beberapa kasus ekstrem mengatakan ice smoke bisa menyebabkan kerusakan internal pada organ. Cold burn atau luka bakar dingin merupakan kerusakan lokal pada kulit dan jaringan lainnya akibat pembekuan. 

“Luka bakar dingin ini dapat terjadi melalui sejumlah faktor, seperti paparan dingin yang berkepanjangan. Adapun risiko bahaya nitrogen cair apabila bersentuhan dengan tubuh, yaitu bisa menyebabkan kerusakan termal yang parah pada kulit, mata, maupun organ. Namun, tingkat keparahan cedera tergantung pada durasi dan area kontak,” terang Dini. 

Lanjutnya, dalam kebanyakan kasus, cedera terjadi ketika kulit telanjang dan jaringan terbuka lainnya bersentuhan dengan nitrogen cair selama lebih dari beberapa detik.

"Misalnya, hal ini dapat terjadi jika seseorang menahan makanan berlapis nitrogen cair di mulutnya terlalu lama, atau jika camilan menempel di gusinya. Dengan itu, ada baiknya lebih waspada dengan pilihan jajanan yang ingin dikonsumsi sang anak,” pungkas dia. (HAN)