Banten

Dinsos Prioritaskan Bantu Warga Miskin

Administrator | Kamis, 19 Mei 2016

TIGARAKSA - Dinas Sosial Kabupaten Tangerang akan mefokuskan dan memprioritaskan bantuan bagi masyarakat miskin dan sangat miskin. Tahun ini rencananya Pemrov Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,2 miliar untuk pembangunan rumah tidak layak huni dan peningkatan ekonomi masyarakat berupa bantuan bagi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, di tahun 2016 ini jumlah bantuan bedah rumah sebanyak 180 unit, mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2015 yang hanya mendapatkan 135 unit. Untuk masing-masing unit, Pemprov Banten memberikan bantuan sebesar Rp 15 juta Rupiah. Dana tersebut akan ditransfer melalui rekening masing-masing penerima Bantuan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Firzada Mahali mengatakan, bantuan untuk alokasi rumah tidak layak huni dan bantuan bagi kelompok miskin ini bersumber dari dana Bansos Provinsi Banten. Untuk tahun 2016 rencananya bulan agustus akan direalisasikan.

"Dinas Sosaial Provinsi Banten sudah menunjuk pendamping yang bertujuan untuk mengawal dari tahap persiapan dan pelaporan," ujar Firzada kepada jurnaltangerang.co.

Untuk menghindari penyimpangan lanjut Firzada, Dinsos Kabupaten Tangerang akan mengawasi pembangunan yang dilaksanakan oleh warga yang menerima bantuan langsung  melalui nomor rekening masing-masing warga.

"Kami tidak akan ambil resiko karena bansos dan hibah itu jika berusuan dengan hukum, maka si penerima yang akan menanggungnya," ujarnya.

Sementara Syaripudin Tim koordinator Monitoring dan evaluasi Dinsos Kabupaten Tangerang mengatakan, pada akhir bulan Mei 2016 ini, pendamping akan melakukan survei ulang kepada semua penerima bantuan sosial baik bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) atau bantuan kelompok usaha bersama (KUBE).

"Insya Allah bantuan dari pemerintah akan sesuai tepat sasaran, karena kami melakukan pengawasan ketat ke lapangan. Kami berharap di tahun mendatang bansos bagi warga miskin bisa bertambah, karena di Kabupaten Tangerang jumlah penduduk miskin masih banyak," ujar Syaripudin. (day)