Figur

MENGENAL DTD GP ANSOR-BANSER

Administrator | Selasa, 27 Februari 2018

Oleh: Muhidin A Kodir

Kegiatan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Belakangan ini menjadi Viral di dunia maya dan diperbincangkan di dunia nyata, lantaran kegiatan yang dilakukan oleh GP Ansor-banser di pelosok nusantara itu di publish pada berbagai media tak terkecuali pada media sosial dan youtube. 

Seiring dengan itu, Perkenankan saya mengurai fungsi Diklat Terpadu Dasar (DTD) melalui tulisan singkat ini sebagai upaya memperkenalkan sekaligus menjawab pertanyaan beberapa sahabat. 

Diklat Terpadu Dasar (DTD) merupakan kegiatan wajib dilakukan oleh individu Kader Nahdlatul Ulama usia dewasa sebagai syarat menjadi anggota ansor Banser. Dengan metode Kompilasi materi Pelatihan Kader dasar (PKD) yang biasa digunakan oleh Ansor untuk menerima anggota baru dan materi pendidikan latihan dasar (DIKLATSAR) yang diterapkan Banser untuk penerimaan anggota adalah langkah awal mencetak Kader tangguh dan kuat dalam hal mental, Intelektual dan Spiritual sehingga visi misi dan tujuan GP Ansor dapat diaplikasikan oleh individu Kader dimana pun berada. 

Secara garis besar, ada 3 tujuan GP Ansor Pertama, Membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang cerdas dan tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, berkepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas dan beramal shalih. Kedua, Menegakkan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah dengan menempuh manhaj salah satu madzhab empat di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketiga, Berperan secara aktif dan kritis dalam pembangunan nasional demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia yang berkeadilan, berkemakmuran, berkemanusiaan dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia yang diridhoi Allah SWT.

Sadar akan godaan dan tantangan untuk mencapai tujuan mulia di atas maka memiliki Kader kuat mental, Intelektual dan kuat Spiritual mutlak harus diwujudkan ansor-banser disetiap tingkatan, mengingat dalam perjalanannya ansor Banser tak pernah sepi dari fitnah mereka yang benci dan tidak setuju pada konsistensi perjuangan ansor Banser membela ulama, mempertahankan NKRI dan menjalankan amaliyah islam nusantara yang diajarkan Walisongo. 

Kuat mental, adalah mencetak pribadi  Kader ansor Banser agar senantiasa tegar dalam kondisi sulit sekalipun serta senantiasa berpikir solutif meski dalam tekanan. Pun kuat intelektual harus tertanam agar nalar pikir Kader tidak stagnant ditengah arus perubahan dan perkembangan isyu global, melainkan senantiasa kritis dan konsisten meraih penguasaan berbagai disiplin ilmu pengetahuan sehingga tumbuh Kader siap pakai dengan kompetensinya masing-masing. 

Kuat Spiritual sebagai pondasi gerakan dari pengejawantahan organisasi pemuda bercorak islam Ahlusunnah Wal Jamaah yang dikenal taat dan patuh pada Ulama. sebagaimana telah dilakukan oleh para kader terdahulu yang senantiasa sabar, qonaah namun tegas dengan bersandar pada Allah swt dalam bersikap dan bertindak pada siapapun dan dalam kondisi apapun selalu mengedepankan akhlakul karimah pun harus melekat dan menjadi karakter pribadi Kader. 

Dan tentu akan melalui jalan panjang dan terjal  untuk menjadi pribadi Kader tangguh dan kuat seperti  gambaran diatas, masih banyak tahapan dan proses penempaan diri yang akan diterima dan dilakukan Kader, karena DTD adalah pintu masuk pertama berkomitmen (baiat) bela ulama, Bela bangsa dan bela agama.

Penulis adalah Ketua PC GP ANSOR Kabupaten Tangerang