Politik

Pilbup Tangerang

Tiga Calon Perseorangan Gagal Melenggang di Pilkada 2018

Administrator | Kamis, 30 November 2017

TIGARAKSA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang resmi menutup waktu penyerahan dokumen syarat calon perseorangan tepat pukul 24.00 WIB, Rabu (29/11/2017) malam tadi. Tak ada satupun pasangan bakal calon perseorangan yang lolos untuk maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018.

Anggota KPU Kabupaten Tangerang Ali Zaenal Abidin mengungkapkan, satu pasang dari tiga bakal calon bupati dan wakil bupati perseorangan mundur. Pasangan balon atas nama H. Imaduddin dan H. Eri AM Adustury tidak datang saat penyerahan dokumen syarat dukungan minimal. Sementara pasangan lainya yakni Subambang Hadi Purwoko-Iceu Tresna Dwi dinyatakan gagal karena hanya membawa 1.338 dukungan yang tersebar di 26 kecamatan dari yang disyaratkan 131.449 dukungan yang tersebar di 15 kecamatan.

Tak hanya itu, Bambang Hadi Purwoko juga yang sebelumnya disandingkan dengan Ismaboti, tiba-tiba menjelang penyerahan berkas berganti pasangan dengan Icue Tresna Dwy. "Kami tunggu sampai pukul 24.00 WIB tadi, yang bersangkutan tidak dapat memenuhi dukungan seperti yang disyaratkan," terang Ali, saat ditemui di kantornya tadi malam.

Pasangan lainnya menurut Ali, yakni Ahmad-Bambang Hadiprayitno hanya menyerahkan 3.387 dukungan yang tersebar di 12 kecamatan. Dengan demikian, pasangan ini juga tidak dapat memenuhi syarat dukungan calon perseorangan.

"Ke tiga pasangan bakal calon perseorangan ini tidak melampirkan syarat-ryarat yang dibutuhkan sesuai peraturan KPU," paparnya.

Salah satu bakal calon Bupati Ahmad mengakui jika dirinya tidak dapat memenuhi dokumen syarat pendaftaran Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan. Menurut Ahmad untuk mengumpulkan dukungan sebanyak 131.448 tidak mudah apalagi dengan waktu yang relatif singkat.

"Pada prinsipnya kami mendaftar karena permintaan dan dorongan dari masyarakat. Jika dukungan ini tidak digunakan untuk mendaftar, tentu saja para pendukung akan kecewa. Ini juga sebagai pengalaman bagi saya," ungkapnya.

Menurut Ahmad, sebenarnya data dukungan yang terkumpul lebih dari yang disetorkan ke KPU Kabupaten Tangerang ini. Karena waktunya yang cukup singkat, maka ia dan tim pemenangannya tidak mampu melengkapi data melalui sistem pencalonan (Silon). Sehingga banyak data dukungan yang belum terinput di sistem tersebut.

"Data terakhir yang masuk ke kita mencapai 40 ribu lebih. Tapi karena harus masuk sistem, tidak semuanya tercapai," terang tokoh masyarakat Sepatan ini. (PUT)