HUKRIM
Tipu Sejumlah Orang, Dora Kabur Dari Perusahan Penyalur Neker
TANGERANG - Berharap bisa masuk kerja di perusahaan ternama di Tangerang, sebanyak sembilan orang malah tertipu. Ironisnya perusahaan penyalur tenaga kerja (Naker) tak mau bertanggung jawab, lantaran pelaku kabur dari perusahaan itu.
Beberapa korban seperti AP, AN dan ke 7 rekan yang lainnya harus gigit jari akibat ulah pelaku yang menipu dan menggelapkan uang hingga puluhan juta. Dora Marenza, yang mengaku salah satu staf Marketing di Perusahaan Jasa Penyaluran Tenaga Kerja PT. Anggara Neo Nusantara malah kabur dengan membawa uang para korban.
Berawal dari harapan ke sembilan para pencari kerja kepada PT. ANN sebagai penyalur naker untuk ditempatkan di beberapa perusahaan di kawasan Tangerang dan sekitarnya. Melalui Dora Morenza yang menurutnya adalah kepanjangan tangan dari perusahaan tersebut, para pencari kerja ini membayarkan sejumlah uang. Ternyata sang Dora Marenza kabur membawa uang sogokan tersebut.
Sang korban mengaku, awalnya Dora meminta sejumlah uang untuk membayar biaya administrasi. Nominalnya cukup bervariasi. Mulai dari Rp 1 juta hingga Rp3 juta per orang.
"Kami membayar langsung ke Dora yang mengaku staf marketing di PT Anggara Neo Nusantara. Tapi yang bersangkutan malah kabur entah kemana," ujarnya.
Salah satu manajemen PT ANN Adam mengatakan, pihaknya saat ini masih berusaha mencari keberadaan Dora. Menurutnya, Dora merupakan staf Freeline di perusahan penyalur tenaga kerja tersebut.
"Kami juga masih mencari keberadaan Dora. Benar yang bersangkutan adalah marketing freeline di perusahaan ini," tandasnya kepada awak media.
Atas ketidaknyamanan para korban, kasus ini akan dilaporkan kepada pihak berwajib. Jika tidak ada penyelesaian dan kesepakatan dari perusahaan. (SHR)

- Bupati Tangerang Gandeng Wakepo Untuk Penyaluran BPNT
- Polresta Tangerang Bagikan 20.020 Masker di Wilayah Rawan Covid-19
- Langar Prokes, 32 Warga Tangerang Jalani Sanksi Sosial
- Peringati Hari Pers Nasional, Mensos Resmikan Jalan SMSI
- Pemerintah Daerah Harus Cermati Plaksanaan Prioritas Nasional







