Politik

Topi Bambu Jadi Maskot Pilkada Kabupaten Tangerang

Administrator | Selasa, 29 Agustus 2017

Balaraja - Topi Bambu atau yang dikenal dengan sebutan tudung dipilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang sebagai maskot Pilkada 2018 mendatang. Tudung dipilih KPU agar kearifan lokal Tangerang ini tidak mudah digerus oleh perkembangan zaman.

KPU Kabupaten Tangerang secara resmi melaunching maskot pilkada ini di salah satu rumah makan di Talaga Bestari, Senin (28/8/2017). Meski ada beberapa masukan dan kritikan terhadap maskot pilkada tersebut, namun maskot itu sudah dibakukan dan akan digunakan untuk sosialisasi pemilihan bupati dan wakil bupati Juni 2018 mendatang.
 
Ketua KPU Kabupaten Tangerang Ahmad Jamaludin mengatakan, pembuatan Maskot Pilkada 2018 ini melalui proses dan kajian yang panjang. Agar si tudung ini benar-benar cocok sebagai maskot pilkada 2018.  

"Kami membutuhkan waktu selama lima bulan untuk membahas maskot Pilkada ini. Kami juga melibatkan beberapa ahli," jelas Cecep, pangilan akrab Ahmad Jamaludin di sela-sela acara, Senin (28/8/2017).

Tak hanya Tudung saja yang digunakan dalam maskot Pilkada 2018 ini. Tudung dikolaborasikan dengan beberapa khas budaya tangerang seperti baju dan celana pensi dan sarung kotak-kota yang melambangkan kebudayaan seni dan budaya di Kabupaten Tangerang.

"Tembok benteng dan ular naga juga kami tuangkan dalam maskot Pilkada 2018 karena melambangkan pertahanan dan etnis tertentu," pungkasnya.

Dalam membuat maskot pilkada ini, KPU melibatkan tim ahli seperti Dr. Mufti Ali sebagai ahli sosiologi dari UIN Serang, Tb. Fatoni selaku tim ahli seni rupa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Agus Hasanudi selaku pegiat topi bambu (tudung).   

Dalam launching maskot pilkada ini, KPU mengundang sejumlah perwakilan media massa baik cetak, online maupun elektronik. KPU juga mengundang perwakilan partai politik peserta pemilu 2014. (IRB)