Banten

Warga Cibodas Tangerang Diduga Terlibat ISIS

Administrator | Jumat, 02 Juni 2017

TANGERANG - Empat Warga Negara Indonesia (WNI) diduga telah berada di Filiphina Selatan yang bergabung dengan jaringan teroris/isis. Salah satunya adalah warga Cibidas, Kota Tangerang, bernama Anggara Suprayogi (33). Pihak Kepolisian tak membuang waktu, lalu mendatangi kediaman terduga yang beralamat di jalan Lokapala III/21 RT 04/08 Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Menurut keterangan keluarga yakni Ibu Nurani selaku Ibu kandung Anggara Suprayogi menjelaskan dirinya terakhir kali bertemu dengan Angga tanggal 15/4/2017 lalu. Sedangkan keterangan yang di dapat ibu Nurani atas penjelasan yang ia dapat dari istri Angga bahwa anaknya pergi ke Hongkong mendapatkan pekerjaan yang layak untuk mencukupi kebutuhan kesehariannya. 

Ketika Keluarganya mendengar anak Sulungnya berada di Philipina dan diduga telah bergabung dengan jaringan oranganisasi teroris yang saat ini tengah melakukan pemberontakan di Marawi Philipina, spontan terperanga dan Shock.
 
Lanjut Nurani, bahwa anak sulungnya ini adalah anak yang santun, alim dan sering membantu masyarakat sekitar. Bahkan tak melihat dan memandang latar belakang orang yang ditolong. Hanya diakuinya sejak sebulan sebelum keberangkatannya ke Luar Negri, Anggara terlihat lebih berbeda apalagi sejak dia mengikuti pengajian di daerah bekasi dengan guru yang disebut Anggara dengan panggilan Pak Haji tersebut.

Sementara itu, Dikatakan Kapolres Metro Tangerang Kota Harry Kurniawan, terduga anggota ISIS tersebut telah ditangani Polsek Jatiuwung. "Kita (Polisi-red) mendapatkan informasi berdasarkan warga sekitar bahwa terduga bekerja sebagai tukang pijit dan bekam," jelasnya.

Sementara, kami mendalami dan melakukan pemeriksaan terhadap keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggal, untuk memastikan terduga jaringan ISIS agar berhasil menangkap anggota jaringan ISIS yang saat ini masih dalam pengejaran kami.

Untuk itu, Densus 88 dan Jajaran Polres Metro Tangerang Kota melakukan pendalaman agar dapat memberantas jaringan teroris/ISIS . (IRB)