Banten
Warga Dadap Kembali Tak Hadiri Undangan Zaki

TIGARAKSA - Warga Dadap, Kecamatan Kosambi, kembali tidak penuhi undangan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk berdialog masalah penataan kawasan Dadap, Kamis (19/5).
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Warga atau perwakilan warga masyarakat Dadap yang diundang untuk berdialog. Meski Pemkab Tangerang telah melayangkan undangan ke Dua, namun warga tetap saja tidak hadir dengan berbagai macam alasan. Ada juga warga yang tidak hadir tanpa ada pejelasan. Bupati Tangerang bersama pimpinan daerah melanjutkan rapat Forkominda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) terkait penutupan lokalisasi dan penataan kawasan Dadap.
"Hasil diskusi kami dengan Kapolda Metro Jaya beberapa waktu lalu dan diminta lakukan kembali dialog, maka kami membuka ruang dialog dengan masyarakat. Karena masyarakat yang meminta saya berfikiran jernih. Harus berlapang dada, harus santai ya sudah kita undang mereka di sini (Pendopo Bupati Tangerang-red). Dua kali kami undang mereka tidak hadir juga," ungkap Zaki.
Zaki menambahkan, jadi rapat kali ini adalah membahas langkah-langkah berikutnya bagaimana nanti tahapan dan strategi selanjutnya setelah pertemuan dengan ombudsman. Ombudsman sudah datang ke Kabupaten Tangerang dan kita sudah paparkan semua program dan tahapan-tahapan apa saja yang akan dilakukan oleh Pemkab Tangerang untuk menata kawasan Dadap. Zaki berharap ada rekomendasi dari Ombudsman jadi apa yang dilakukan Pemkab Tangerang tidak lagi menjadi masalah.
"Ini semua tetap kita lanjutkan dan kita tunggu besok hasil pertemuan dengan Ombudsman. Yang pasti penertiban lokalisasi Dadap dan penataan kawasan Dadap ini sudah masuk program pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang," tegas Zaki.
H. Yusuf Herawan selaku Kasatpol PP Kabupaten Tangerang mengungkapkan, Pemkab Tangerang telah mencoba kembali mengajak masyarakat Dadap untuk berdialog kembali masalah penataan kawasan Dadap. Dan Pemerintah telah dua kali mengajak masyarakat Dadap untuk berdialog. Undangan pertama pada juma't (13/05/2016) dan yang kedua Kamis (19/05/2016). Namun masyarakat Dadap tidak ada yang mau memenuhi undangan kami untuk hadir bersama.
"Makanya Pemerintah Kabupaten Tangerang khususnya pak Bupati membuka ruang dialog untuk masyarakat Dadap . Tetapi malah warga Dadap tidak ada yang memenuhi undangan kami untuk hadir. Kita sudah dua kali mengundang mereka namun mereka tidak hadir," tutur Yusuf.
Dwi Chandra Budiman selaku Kasubag Pemberitaan pada Bagian Humas Protokol Kabupaten Tangerang mengaku cukup prihatin dengan kejadian ini. Sudah dua kali undangan resmi diberikan namun masyarakat Dadap selalu tidak hadir.
"Dari awal pemerintah Daerah sudah cukup persuasif dan terbuka termasuk sosialisasi yang telah dilakukan demi merubah tatanan kehidupan masyarakat Dadap yang lebih baik. Namun di satu sisi pemerintah telah dilaporkan kepada Ombudsman, Komnas HAM, dan lain-lain. Pemerintah dianggap semena-mena, namun kenyataannya ruang diskusi sebagai itikad baik dan persuasif malah tidak dipenuhi dan terkesan diabaikan," Ucap Dwi. (hms)

- Makam Bertaraf International Hadir di Jambe
- Mantan Wakapolres Bekasi Resmi Jabat Kapolresta Tangerang
- Kampung Deret, Rusun Nelayan dan Rusun Warga Dibangun di Dadap
- Guru SMK Kesehatan Tewas Terbakar
- Penataan Kawasan Kumis dan Pembangunan Masyarakat Pantai Untuk Kepentingan Masyarakat